Lebih Hemat Mana Listrik Prabayar atau Pasca Bayar

Setiap rumah butuh listrik untuk menunjang masyarakat dalam aktivitas kehidupan mulai dari urusan kerjaan hingga kegiatan hiburan. Sehingga, penghematan listrik wajib guna mencegah biaya tagihannya tidak terlalu besar. Karena Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan layanan listrik melalui prabayar atau sistem token dan pascabayar atau meteran. Mana lebih hemat?

Pelayanan listrik prabayar atau listrik pintar memungkinkan pelanggan untuk mengendalikan sendiri penggunaan listriknya sesuai kebutuhan dan kemampuan. Seperti halnya pulsa HP, pada sistem listrik pintar, pelanggan terlebih dahulu membeli token listrik isi ulang melalui gerai pembayaran online, Minimarket, ataupun di ATM.

Pembelian token prabayar juga tidak ada expired date-nya, sehingga pengguna listrik prabayar bisa memiliki cadangan token untuk menghindari kehabisan listrik mendadak.

Sementara itu, layanan listrik pascabayar skemanya yakni pelanggan menggunakan energi listrik kemudian membayar belakangan pada bulan berikutnya. Dengan layanan listrik pascabayar, setiap bulan PLN harus mencatat meter, menghitung, dan menerbitkan rekening yang harus dibayar pelanggan. bagi pelanggan pascabayar, diimbau untuk tertib membayar listrik sebelum tanggal 20 setiap bulannya.

PLN juga melakukan penagihan kepada pelanggan yang terlambat atau tidak membayar, dan memutus aliran listrik jika konsumen terlambat atau tidak membayar rekening listrik setelah waktu tertentu.

PLN menegaskan bahwa perbedaan listrik prabayar dan pascabayar hanya pada metode pembayarannya. Sedangkan Tarif per kWh prabayar dan pascabayar tetap ditentukan oleh golongan listrik konsumen.

Tarif dasar listrik prabayar dan pascabayar Adapun tarif listrik per kWh yang berlaku saat ini berbeda-beda sesuai golongan masing-masing pelanggan ada yang subsidi dan non-subsidi.

Berikut daftar tarif listrik yang berlaku saat ini:

Golongan R-1/ Tegangan Rendah (TR) daya 900 VA: Rp 1.352/ kWh
Golongan R-1/ TR daya 1.300 VA: Rp 1.444,70/ kWh
Golongan R-1/ TR daya 2.200 VA: Rp 1.444,70/ kWh
Golongan R-2/ TR daya 3.500-5.500 VA: Rp 1.699,53/ kWh
Golongan R-3/ TR daya 6.600 VA ke atas, Rp 1.699,53/ kWh
Golongan B-2/ TR daya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.444,70/ kWh
Golongan B-3/ Tegangan Menengah (TM) Lebih dari 200 kVA, Rp 1.114,74/ kWh
Golongan I-3/ TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.114,74/ kWh
Golongan I-4/ Tegangan Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas, Rp 996,74/ kWh
Golongan P-1/ TR daya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.699,53/ kWh
Golongan P-2/ TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.522,88/ kWh
Golongan P-3/ TR untuk penerangan jalan umum, Rp 1.699,53/ kWh
Golongan L/ TR, TM, TT, Rp 1.644,52/ kWh.